Beranda Obrolan Peta Buku Main Blog Kutipan
Tokoh Terkenal Sedang 15 Pertanyaan

Kuis Sejarah Alexander Agung

Uji pengetahuan Anda tentang Alexander Agung — mulai dari bimbingannya di bawah Aristoteles dan penaklukan legendarisnya atas Persia hingga pendirian Alexandria dan kematiannya yang misterius di Babilon. Bisakah Anda menaklukkan seluruh 15 pertanyaan?

Tinjau pertanyaan dan jawaban

Buka setelah bermain untuk meninjau setiap pertanyaan, jawaban yang benar, dan penjelasan sejarahnya.

  1. Filsuf terkenal mana yang menjadi guru pribadi Alexander Agung pada masa mudanya?

    Aristoteles

    Aristoteles membimbing Alexander muda dari sekitar tahun 343 hingga 340 SM atas permintaan ayah Alexander, Raja Filipus II dari Makedonia. Aristoteles mengajarkan Alexander filsafat, sains, kedokteran, dan sastra, dan konon memberinya salinan beranotasi dari Iliad karya Homer yang dibawa Alexander sepanjang kampanye militernya. Pendidikan ini sangat membentuk rasa ingin tahu intelektual Alexander dan visinya untuk menyebarkan budaya Yunani.

    Fakta Menarik: Aristoteles menyiapkan edisi khusus Iliad untuk Alexander, yang disimpannya di bawah bantalnya bersama sebilah belati.

  2. Apa nama kuda perang terkenal milik Alexander Agung?

    Bucephalus

    Bucephalus adalah kuda kesayangan Alexander, yang dijinakkannya pada usia 12 tahun setelah orang lain gagal melakukannya. Menurut Plutarch, Alexander muda menyadari kuda itu takut pada bayangannya sendiri dan mengarahkannya menghadap matahari sehingga tidak bisa melihat bayangan itu lagi. Bucephalus membawa Alexander ke medan perang selama hampir 20 tahun hingga kuda itu mati setelah Pertempuran Hydaspes pada tahun 326 SM.

    Fakta Menarik: Alexander mendirikan sebuah kota bernama Bucephala (di Pakistan modern) untuk menghormati kudanya setelah kematiannya.

  3. Pada usia berapa Alexander menjadi Raja Makedonia setelah ayahnya, Filipus II, dibunuh?

    20

    Alexander menjadi raja pada tahun 336 SM pada usia 20 tahun setelah pembunuhan ayahnya, Filipus II, oleh seorang pengawal kerajaan bernama Pausanias saat sebuah perayaan berlangsung. Alexander dengan cepat mengonsolidasikan kekuasaannya dengan mengeksekusi calon pesaing dan menumpas pemberontakan di negara-kota Yunani. Dalam waktu dua tahun, ia telah menyeberang ke Asia untuk memulai kampanye legendarisnya melawan Kekaisaran Persia.

  4. Pertempuran mana pada tahun 331 SM yang menjadi kemenangan menentukan Alexander atas Raja Persia Darius III, yang secara efektif mengakhiri Kekaisaran Akhemeniyah?

    Pertempuran Gaugamela

    Pertempuran Gaugamela (juga disebut Pertempuran Arbela), yang terjadi pada 1 Oktober 331 SM di wilayah utara Irak modern, adalah kemenangan taktis terbesar Alexander. Meskipun kalah jumlah secara telak — Darius III mengumpulkan mungkin 100.000 prajurit melawan 47.000 pasukan Alexander — Alexander memanfaatkan celah dalam barisan Persia dengan serangan kavaleri yang menentukan langsung ke arah Darius, menyebabkan raja Persia itu melarikan diri. Kemenangan ini membuka jalan menuju Babilon, Susa, dan Persepolis.

    Fakta Menarik: Darius III meratakan dan membersihkan medan pertempuran di Gaugamela dari rintangan untuk memberikan keuntungan maksimal bagi kereta perang dan kavalerinya — namun taktik Alexander tetap berhasil melumpuhkan mereka.

  5. Apa yang dilakukan Alexander Agung saat berhadapan dengan Simpul Gordian yang legendaris?

    Ia memotongnya dengan pedangnya

    Menurut versi legenda yang paling terkenal, ketika Alexander menghadapi Simpul Gordian pada tahun 333 SM di kota Gordium (di Turki modern), ia langsung memotongnya dengan pedangnya. Sebuah nubuat kuno menyatakan bahwa siapa pun yang berhasil mengurai simpul itu akan memerintah seluruh Asia. Apakah Alexander benar-benar memotongnya atau menemukan cara lain berbeda-beda menurut sumber kuno, tetapi kisah ini menjadi metafora abadi untuk memecahkan masalah pelik dengan tindakan yang berani dan tegas.

  6. Berapa banyak kota bernama 'Alexandria' yang didirikan Alexander di seluruh kekaisarannya?

    Lebih dari 20

    Alexander mendirikan lebih dari 20 kota bernama Alexandria di seluruh kekaisarannya yang luas, terbentang dari Mesir hingga Asia Tengah dan perbatasan India. Yang paling terkenal adalah Alexandria di Mesir, didirikan pada tahun 331 SM, yang menjadi salah satu kota terbesar di dunia kuno dan rumah bagi Perpustakaan Alexandria yang legendaris. Yang lainnya termasuk Alexandria Eschate ('Alexandria Terjauh') di Tajikistan modern, yang menandai batas timur laut penaklukannya.

    Fakta Menarik: Kota Kandahar di Afghanistan diyakini berasal dari nama 'Iskandariya,' bentuk bahasa Arab dari Alexandria.

  7. Ibu kota Persia kuno mana yang dibakar oleh pasukan Alexander pada tahun 330 SM, sebuah tindakan yang konon kemudian disesalinya?

    Persepolis

    Pasukan Alexander membakar kompleks istana megah di Persepolis pada tahun 330 SM, ibu kota seremonial Kekaisaran Persia Akhemeniyah. Sumber-sumber kuno berdebat apakah ini merupakan tindakan balas dendam yang disengaja atas pembakaran Athena oleh Persia pada tahun 480 SM atau kecelakaan akibat mabuk saat sebuah jamuan. Terlepas dari itu, kehancuran Persepolis — salah satu situs paling megah di dunia kuno — sering disebut sebagai tindakan paling kontroversial Alexander.

  8. Apa wilayah paling timur yang dicapai pasukan Alexander sebelum para prajuritnya menolak untuk melanjutkan pawai?

    Sungai Hyphasis di India (Sungai Beas modern di Punjab)

    Pada tahun 326 SM, pasukan Alexander yang kelelahan memberontak di Sungai Hyphasis (Sungai Beas modern) di wilayah Punjab, India. Setelah delapan tahun kampanye tanpa henti dan ribuan mil jauh dari rumah, para prajurit menolak untuk melanjutkan pawai lebih jauh ke timur menuju pedalaman India yang tak dikenal. Alexander sangat marah tetapi akhirnya mengalah, dan pasukan mulai perjalanan panjang dan mahal kembali ke barat.

    Fakta Menarik: Alexander konon menangis ketika mendengar masih ada lebih banyak wilayah untuk ditaklukkan di luar India — meskipun anekdot terkenal ini mungkin tidak benar-benar terjadi.

  9. Di kota manakah Alexander Agung meninggal pada tahun 323 SM?

    Babilon

    Alexander meninggal pada 10 atau 11 Juni 323 SM, di istana Nebukadnezar II di Babilon pada usia 32 tahun. Ia sedang merencanakan kampanye baru — mungkin ke Arab — ketika ia jatuh sakit setelah sebuah jamuan yang berkepanjangan. Ia mengalami demam tinggi dan kondisinya memburuk selama sekitar 10-12 hari sebelum meninggal. Babilon, yang berniat dijadikan Alexander sebagai ibu kota kekaisarannya, malah menjadi tempat hari-hari terakhirnya.

  10. Apa penyebab kematian Alexander yang paling banyak diperdebatkan?

    Penyakit alami (kemungkinan demam tifoid yang diperparah oleh faktor lain), meskipun keracunan juga telah diajukan

    Penyebab kematian Alexander tetap menjadi salah satu misteri medis terbesar dalam sejarah. Para sarjana modern paling umum menduga demam tifoid, mungkin diperparah oleh konsumsi alkohol berlebihan atau sindrom Guillain-Barre, sementara sumber-sumber kuno juga menyebutkan keracunan (mungkin oleh anggur yang dicampur dengan hellebore). Gejalanya — demam berkepanjangan, nyeri perut, dan kelumpuhan yang progresif — telah dianalisis oleh para dokter selama berabad-abad tanpa kesimpulan yang pasti.

  11. Istilah apa yang menggambarkan periode budaya yang mengikuti penaklukan Alexander, yang ditandai dengan penyebaran budaya Yunani di seluruh Timur Dekat dan Asia Tengah?

    Periode Helenistik

    Periode Helenistik (323-31 SM) dimulai dengan kematian Alexander dan berlangsung hingga penaklukan Romawi atas Mesir Ptolemaik. Selama era ini, bahasa, seni, arsitektur, dan filsafat Yunani menyebar di wilayah luas dari Mediterania hingga Asia Tengah, berbaur dengan budaya lokal. Dunia Helenistik menghasilkan kemajuan besar dalam sains, matematika, dan filsafat, termasuk karya Euclid, Archimedes, dan Eratosthenes.

  12. Apa yang terjadi pada kekaisaran Alexander setelah kematiannya?

    Para jenderalnya (Diadochi) berperang untuk perebutan kekuasaan dan membaginya menjadi kerajaan-kerajaan yang saling bersaing

    Setelah kematian Alexander, para jenderalnya — dikenal sebagai Diadochi (para penerus) — berperang dengan brutal untuk memperebutkan kendali atas kekaisaran selama lebih dari 40 tahun. Kekaisaran itu akhirnya terpecah menjadi beberapa kerajaan besar: Mesir Ptolemaik (di bawah Ptolemy), Kekaisaran Seleukia (di bawah Seleucus, meliputi Persia dan Timur Dekat), dan Makedonia Antigonid (di bawah keturunan Antigonus). Putra Alexander sendiri, Alexander IV, dibunuh saat masih anak-anak selama perebutan kekuasaan ini.

  13. Pertempuran mana pada tahun 334 SM yang menjadi kemenangan besar pertama Alexander atas Kekaisaran Persia?

    Pertempuran Granicus

    Pertempuran Sungai Granicus pada Mei 334 SM, yang terjadi di barat laut Asia Kecil (Turki modern), adalah pertempuran pertama Alexander melawan pasukan Persia setelah menyeberangi Hellespont. Alexander secara pribadi memimpin serangan kavaleri menyeberangi sungai dan hampir terbunuh — seorang bangsawan Persia menghantam helmnya dengan pedang sebelum ditebas oleh sahabat Alexander, Cleitus si Hitam. Kemenangan ini membuka Asia Kecil untuk penaklukan Makedonia.

    Fakta Menarik: Cleitus si Hitam menyelamatkan nyawa Alexander di Granicus, tetapi bertahun-tahun kemudian Alexander membunuh Cleitus dalam kemarahan akibat mabuk saat pertengkaran di sebuah jamuan — sebuah tindakan yang sangat disesali Alexander.

  14. Apa makna dari kunjungan Alexander ke Orakel Ammon di Oasis Siwa di Mesir?

    Orakel itu konon menyatakannya sebagai putra Zeus-Ammon, memperkuat status keilahiannya

    Pada tahun 331 SM, Alexander melakukan perjalanan berbahaya melintasi Gurun Libya untuk berkonsultasi dengan Orakel Ammon di Oasis Siwa. Sang pendeta konon menyambut Alexander sebagai 'putra Ammon' (padanan Mesir dari Zeus), yang dianggap Alexander sebagai konfirmasi atas keturunan ilahinya. Sejak saat itu, Alexander semakin mempromosikan gagasan tentang keilahiannya sendiri, yang menegangkan hubungan dengan para sahabat Makedonianya yang memandangnya sebagai kesombongan.

  15. Kebijakan apa yang diterapkan Alexander terhadap bangsa dan budaya yang ditaklukkannya?

    Ia mendorong perpaduan budaya Yunani dan lokal, termasuk pernikahan massal antara prajuritnya dan wanita Persia

    Alexander menerapkan kebijakan yang disengaja untuk memadukan tradisi Yunani dan lokal. Ia mengadopsi unsur pakaian kerajaan dan upacara istana Persia, mengangkat orang Persia ke posisi penting, dan menyelenggarakan pernikahan massal di Susa pada tahun 324 SM di mana sekitar 80 perwiranya menikahi bangsawan wanita Persia dan Media. Meskipun kebijakan ini menyebarkan budaya Yunani secara luas, hal itu juga membuat marah banyak veteran Makedonia yang memandangnya sebagai pengkhianatan terhadap tradisi mereka.

    Fakta Menarik: Pada pernikahan massal di Susa, Alexander sendiri menikahi dua putri Persia — Stateira, putri Darius III, dan Parysatis, putri Artaxerxes III — dalam satu upacara.